Mengapa Hadist ini yang diingat oleh bg As ketika itu, karena menurut logika nya saat itu, bila seseorang menikah, pasti tanggungan hidup orang itu akan bertambah, yang awal nya hanya seorang diri ketika sudah menikah akan ada istri, selanjutnya tidak akan lama akan lahir anak, belum lagi tanggungan hidup yang lain, seperti kredit kendaraan, kredit rumah dan sebagainya. Bagaimana pulak dengan Matan Hadist diatas disebutkan bahwa dengan Menikah akan bertambah rezeki.
Belum lama pelajaran hadist ini berlangsung dari kelas nya, baru ia teringat dengan fakta yang dialami oleh Abang kandungnya sendiri. Yah, emang ada dengan pengalaman abang nya?..
Mari kita ikuti kelanjutan cerita bg As,.
Bermula saataat abang nya As mengenyam pendidikan tingkat menengah atas (SMA) di Jakarta kala itu, ia tinggal bersama pamannya yang pada saat itu pamannya ini seorang Jurnalis terkenal dimasa nya, ia berprofesi Wartawan di Republika, sehingga paman nya ini mendidik ponakannya agar bisa mandiri, dengan cara ia perintahkan ponakannya ini untuk menjadi agen penjual koran, awalnya ia juga termasuk anggota tukang antar koran hingga akhirnya dengan kerja keras dan kerja cerdas nya, membuat ia menjadi diangkat ke bagian korlap yang meng anggotai puluhan anggota. Dimana pada masa itu, sembari ia sekolah SMA ia jugasjuga bisa mendapatkan gaji bulanan nya sekitar 3 sampai 4 juta perbulan.
Sampai terdengar kabarnya dari paman bahwa abang nya bang As sebentar lagi akan bisa mengirim uang untuk membantu ekonomi orang tua bg As. Hampir setiap diawal bulan ibu As menungggu kabar dari anak atau adik nya, kapan jadi mengirim ? Selalu jawaban nya Abang As sebentar lagi, sebentar lagi, hingga berbulan-bulan tidak pernah datang kiriman yang dinantikan, selalu alasan nya motor yang rusak, hp yang rusak dan hilang, hingga membuat mamak as menangis saat berkerjasama dikebun bersma As
Tidak ada komentar:
Posting Komentar