Senin, 30 November 2020

Kisah Inspirasi dan Motivasi

ASSIR adalah alumni pesantren, saat masih duduk di bangku pesantren dahulu kurang lebih sekitar 8 tahun yang lalu, saat mengikuti pelajaran Hadist bersma ustdz Harun Al-Rasyid ia selalu takjub dan kagum dengan bijaksana nya Nasehat nasehat Rasulullah untuk ummat nya,  dan tidak hanya takjub, bahkan terkadang bang As tertantang dengan isi nasehat dari hadist nabi mulia tersebut, apakah benar seperti itu bila dilaksanakan kata-kata nabi akhir zaman ini, diantaranya ketika ia mendengar kan hadis tentang Nikah, diantara hadist yang terus menerus ia ingat  ialah hadis nabi tentang Pernikahan. Diantara sekian banyak hadist nabi tentang Nikah ialah hadits yang bersumber dari Aisyah, yang bunyinya “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya     mereka     akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). 

Mengapa Hadist ini yang diingat oleh bg As ketika itu, karena menurut logika nya saat itu, bila seseorang menikah, pasti tanggungan hidup orang itu akan bertambah, yang awal nya hanya seorang diri ketika sudah menikah akan ada istri, selanjutnya tidak akan lama akan lahir anak, belum lagi tanggungan hidup yang lain, seperti kredit kendaraan, kredit rumah dan sebagainya. Bagaimana pulak dengan Matan Hadist diatas disebutkan bahwa dengan Menikah akan bertambah rezeki. 

Belum lama pelajaran hadist ini berlangsung dari kelas nya, baru ia teringat dengan fakta yang dialami oleh Abang kandungnya sendiri. Yah, emang ada dengan pengalaman abang nya?..
Mari kita ikuti kelanjutan cerita bg As,.
Bermula saataat abang nya As mengenyam pendidikan tingkat menengah atas (SMA) di Jakarta kala itu, ia tinggal bersama pamannya yang pada saat itu pamannya ini seorang Jurnalis terkenal dimasa nya, ia berprofesi Wartawan di Republika, sehingga paman nya ini mendidik ponakannya agar bisa mandiri, dengan cara ia perintahkan ponakannya ini untuk menjadi agen penjual koran, awalnya ia juga termasuk anggota tukang antar koran hingga akhirnya dengan kerja keras dan kerja cerdas nya, membuat ia menjadi diangkat ke bagian korlap yang meng anggotai puluhan anggota. Dimana pada masa itu, sembari ia sekolah SMA ia jugasjuga bisa mendapatkan gaji bulanan nya sekitar 3 sampai 4 juta perbulan. 
Sampai terdengar kabarnya dari paman bahwa abang nya bang As sebentar lagi akan bisa mengirim uang untuk membantu ekonomi orang tua bg As. Hampir setiap diawal bulan ibu As menungggu kabar dari anak atau adik nya, kapan jadi mengirim ? Selalu jawaban nya Abang As sebentar lagi, sebentar lagi, hingga berbulan-bulan tidak pernah datang kiriman yang dinantikan, selalu alasan nya motor yang rusak, hp yang rusak dan hilang, hingga membuat mamak as menangis saat berkerjasama dikebun  bersma As

Tidak ada komentar:

Posting Komentar