Rabu, 27 November 2019

Sedikit lebih baik tapi BERKAH , daripada Banyak tapi SERAKAH

Mencari Rezeki yang Halal adalah perintah Allah kepada setiap makhluknya, tidak hanya kepada manusia, bahkan hewan sekalipun diperintahkan mencari rezekinya agar ia mendapatkan rezeki yang sudah dijamin Allah

Kamis, 22 Agustus 2019

RUMAH TAHFIZ AL-QURAN DAN HADIST AL-FAIZ Sei Rotan


#PERSIAPAN MENUJU SEBUAH PENDIDIKAN TAHFIZD secara Formal seiring membiasakan kehidupan generasi muslim yg cinta menghapal Al Quran dan Hadits#


Rumah Tahfiz Alquran dan Hadist Al -Faiz merupakan Lembaga pendidikan non formal yg didirikan pada tahun 2018. Mulai aktif proses pembelajaran pada hari  senin 14 januari 2019. Madrasah ini didirikan oleh bapak Fadli Kaukibi Sh.  Cn. Seorang akademisi yang memiliki jiwa visioner dan sosialis,  sebab niat dari pendirian rumah tahfidz ini mempersiapkan  generasi muda yang Cinta pada Islam dan siap berjuang untuk membela serta mengamalkan ajaran Islam,  juga untuk meminimalisir anak-anak dari perbuatan sia-sia maupun perbuatan maksiat, di rumah tahfidz Al faiz ini juga,  anak di didik untuk menjadi anak yang ber Akhlak mulia, ta'aat kepada Allah dan Rasul Nya,  serta berbakti kepada orangtua dan yang paling utama mempersiapkan anak didik menjadi Hafizh dan Hafizhah masa depan.

Juga anak didik diajar ntuk bisa membaca,  Al-qur'an dan Hadist,  menghafal kannya,  serta mengamalkan nya dalam kehidupan sehari-hari.  Selain pelajaran qur'an dan Hadist, mereka juga diajarkan pelajaran bahasa Arab, Tauhid, Aqidah akhlaq,  Fiqih, praktek Ibadah, tidak hanya pengetahuan mereka yang diasah, namun minat dan bakat mereka juga dilatih untuk bisa menjadi ahli dibidang yang dibakatinya,  seperti latihan Qari / Tilawah, latihan Da'i, latihan kaligrafi, serta pelatihan minat lainnya. 

Proses pembelajaran Rumah Tahfiz Al-Faiz,  setiap hari senin sampai sabtu, jam 14.50-17.10. Sesuai dengan cita-cita pendiri Rumah Tahfidz  Al-Faiz, bahwa niat nya mendirikan Rumah tahfidz ini adalah untuk membantu muslim yang tinggal di daerah jalan  Pendidikan 1 Sei Rotan agar bisa menjadi generasi pecinta Qur'an tanpa harus merogoh kantong maupun dompet orang tuanya. Karena motto pak.  Fadli adalah Ibadah, dakwah, dagang.  Saat berdagang kita niatkan karena Allah maka ketika itu usaha kita sudah bernilai ibadah.  Dari niat mulia pendiri lah maka di madrasah ini tidak harus membayar uang daftar, tidak ada uang sekolah bagi anak-anak didik, dan juga tidak ada uang bangunan dan sebagainya.  Hanya saja Madrasah Al-Faiz ini  membuka peluang Infaq / Sodaqahh  dari segenap Umat Muslimin dengan seIkhlas hatinya yang mana Infaq tersebut akan ditulis dalam buku catatan Infaq Al-Faiz, tujuannya ialah untuk membiasakan umat Muslimin kembali berInfaq demi kemaslahatan Umat Muslimin.  Sampai dibulan Agutus 2019 ini  sekitar 8 bulan anak didik yang sudah mendaftar di Al-Faiz Alhamdulillah sudah sampai 190 orang.

Dengan seiring berjalan nya waktu, anak didik yang sudah belajar di Al_Faiz ini tidak menetap jumlah nya, bisa bertambah dan bisa berkurang. Alasan yang mendasar anak didik yang berhenti belajar dari AL-Faiz adalah disebabkan tidak adanya yang mengantarkan mereka ke Madrasah ini, selain alasan tersebut diatas, ada juga yang menyampaikan krena sibuk dan padat nya jadwal disekolah formal nya sehingga pada siang sampai sore hari badan mereka sudah lelah dan butuh untuk istirahat. Namun demikian, Alhamdulillah jumlah anak-anak yang tetap bertahan untuk belajar mengaji di Rumah Tahfiz AL-Faiz ini sekitar 100 orang.

Harapan kami selaku guru / mu'allim dan mu'allimah yang mengajar di Al-Faiz ini, hendaklah orangtua para santri tetap semangat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke lembaga pendidikan Islami, dimanapun itu berada, dan juga orangtua harus selalu mendukung kegiatan-kegiatan Soleh anak-anak nya, semangat untuk mengantarkan anak nya ke Madrasah, semangat untuk memberikan uang untuk membeli perlengkapan belajar anak nya. karena keberhasilan seorang anak itu  ialah ketika ia mampu beribdah kepaada Allah dengan sebaik-baiknya dan ia senantiasa memanjatkan doa untuk kedua orangtuanya.


Juga kami berdoá kepada Allah Azza Wajalla, semoga Allah memberikan umur yang Panjang lagi berkah, serta memberikan kesehatan dan kelapangan Rezeki kepada pak. Fadli dan keluarga sehingga  dengan begitu impian dan cita-cita mulianya untuk mencerdaskan anak bangsa, cinta pada Al-Quran dan Al-Hadist dapat tercapai.

Semoga ALLAH SWT Memberikan Keberkahan Nya kepada kita Semua Aamiin....
Dokumentasi Kegiatan


Seusai Praktek Ibadah





 Praktek Ibadah




Seleksi Masuk Mengaji di Al-Faiz 
 



Perayaan Hari Besar Islam Israk Wal Mikraj Nabi Muhammad 1440 H


Makan Bersama



Latihan Qori bersama Ustd. Gumriadi S.Sos





LOMBA 17 an







Keutamaan Berpuasa

KEUTAMAAN BERPUASA

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ وَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

(BUKHARI - 1761) :
 Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abu Az Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu; Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shaum itu benteng, maka (orang yang melaksanakannya) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula berbuat bodoh. Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah aku sedang shaum (ia mengulang ucapannya dua kali). Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta'ala dari pada harumnya minyak misik, karena dia meninggalkan makanannya, minuman dan nafsu syahwatnya karena Aku. Shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan membalasnya dan setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa".




KETIKA BERPUASA

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ أَبِي صَالِحٍ الزَّيَّاتِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

(BUKHARI - 1771) : Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hisyam bun Yusuf dari Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Atho' dari Abu Shalih Az Zayyat bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala telah berfirman: "Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan shaum itu adalah benteng, maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan shaum, maka janganlah dia berkata rafats dan bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan 'Aku orang yang sedang shaum. Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta'ala dari pada harumnya minyak misik. Dan untuk orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya, yaitu apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabnya dia bergembira disebabkan 'ibadah shaumnya itu".


TAQDIR KU


TAQDIR KU

Nama ku Andi Suhendra Siregar, anak ke 6 dari 10 bersaudara. Terlahir sebagai anak petani merupakan sebuah takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt sejak zaman azali, sehingga aku harus menerima nya dengan penuh rasa syukur.
 Meskipun terkadang ada bisikan dari hati kecil ku, mengapa aku terlahir menjadi anak petani? sebab bisikan ini muncul karena terkadang iri melihat teman sebaya yang mereka terlahir dari anak pengusaha, anak guru, dan anak pedagang. Sesekali aku memperhatikan aktivitas mereka, pekerjaan mereka hanya belajar di sekolah, dan sepulang dari sekolah mereka akan bermain dengan teman sepermainannya, hanya sesekali mereka membantu orangtua, dan pekerjaan yang mereka lakukan itu hanya pekerjaan ringan menurut ku, karena hanya menyiram bunga ketika sore hari, dan membantu ibu membersihkan rumah dan pekarangan nya.
Anak petani lainnya pun hampir sama dengan ana-anak pedagang, anak guru, dan anak pengusaha, sebab orangtua mereka kuat secara fisik dan lengkap aggota fisiknya, sehingga orangtua mereka sudah mampu  mengerjakan pekerjaan mereka  sendiri. Sehingga anak-anak mereka hanya seseekali diajak untuk membantu pekerjaan diladang.
 Namun tidak denganku, anak petani yang keadaan ayah tidak sesempurna ayah orang lain, secara fisik mengharuskan kami anak-anak nya harus ikut serta bekerja seperti yang apa dikerjakan oleh orangtua kami, ayahku sejak anak muda sudah gemar bekerja, tanpa pernah mengeluh dengan pekerjaan nya, pekerjaan apapun itu, selama itu halal menurut syariát Islam maka ia akan kerjakaan. Dan dengan perantaraan pekerjaanlah membuat ayah  harus rela menjalani hidup nya dengan satu tangan.
Ayah bercerita kepada kami, sekita 4 atau 5 bulan setelah menikah dengan ibu, ayah berniat ingin membuka ladang di tanah almarhum kakek yang kosong dan dahulu tanah itu masih hutan belantara belum pernah dijamah oleh tangan manusia. Setelah menyelesaikan pembersihan pada rumput-rumput yang kecil, kurang lebih 3 minggu, dilanjutkan lah untuk menebang pohon-pohon yang besar, umur kayu itu puluhan tahun, beberapa pohon telah ia tumbangkan dengan menggunakan kapak, ia mengerjakannya dengan seorang diri.
Hingga pada suatu hari yang tidak pernah ia duga, saat ayah menebang pohon yang besar, berkali-kali ia tebaskan kapak andalannya ke permukaan kulit kayu, secara perlahan kayu tersebut mendekati fase untuk tumbang, namun saat pohon itu tumbang, ayah tidak menyadari ada dahan kayu kering yang akan jatuh kearah nya, dengan hitungan detik  dahan tersebut mengenai bahu dan lengan sebelah kiri nya, saat itu taqdir mengakhiri ayah memiliki dua tangan, berbagai pengobatan dilakukan, namun tidak ada hasil nya, hingga hari ini tangan kirinya lumpuh dan tidak bisa difungsikan seperti sedia kala.                   
Dengan kondisi tangan satu ia menafkahi keluarga, membesarkan anak-anaknya, sehingga ketika anak-anaknya menginjak pendidikan tingkat Sekolah Dasar, kami sudah dididik untuk bisa membantu pekerjaan mereka,, seperti berladang, kami diajari bagaimana menanam padi secara baik dan benar, diajari menanam sayur-sayuran dengan baik dan bagaimana cara merawat nya agar bisa tumbuh subur sampai bisa dipanen, hingga hasilnya dapat kami konsumsi dan kami jual.
 Meskipun keadaan ayah tidak sesempurna orangtua lainnya, namun satu hal yang saya banggakan dari nya, yaitu kesungguhan nya dalam bekerja. Ia tidak pernah mengeluh atau ingin merepotkan orang lain, selama ia masih mampu untuk menyelesaikan pekerjaan nya maka ia akan terus berusaha dengan sekuat usaha dan tenaga nya.
Mekipun terlahir dari keadaan orangtua yang sederhana, namun kami diajarkan untuk mandiri, dan kami terus dimotivasi untuk bisa mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Saat saya masih SD, saya sudah diajarkan untuk bisa berdagang kesekolah, dagangan yang kujual merupakan hasil dari kebun kami diladang, seperti kacang tanah yang direbus, tape ubi, dan cenil (makanan  manisan yang terbuat dari tepung,kelapa, dan gula merah).
Sebelum aku, abang dan kakak ku pun juga telah melakukan seperti yang ku lakukan terlebih dahulu, setiap hari sepulang dari sekolah, setelah shalat zuhur dan makan siang, maka aku akan bergegas untuk pergi ke ladang membantu ayah untuk mencukai (memberikan cairan alat pengering getah karet), selain berladang ayah juga memahat pohon karet, agar getah yang dipahat ayah sejak pagi tidak hancur oleh air hujan, maka aku diminta untuk mencukai nya.
Selama 3 atau 4 hari pohon karet di pahat ayah, maka tibalah hari untuk memanen getah karet tersebut, tepat nya pada hari minggu, bertepatan hari libur sekolah. Teman seusia ku ketika hari libur akan bermain beramai-ramai didepan rumah, ada juga yang bermain bola kaki dilapangan, dan ada yang hanya tinggal dirumah sambil menonton filim kesukaan nya.
 Lain hal nya dengan ku dan saudara-saudara ku, karena pada hari minggu itu kami akan berjuang mengumpulkan secuil demi secuil getah yang lengket di tempurung untuk dikumpulkan kedalam satu ember, dengan penampilan yang menyedihkan, sejelek-jelek pakaian yang ada dirumah, maka itu lah yang akan kami kenakan untuk kerja dikebun karet.
Saat tamat dari Sekolah Menengah Atas tepatnya dari Madrasah Aliyah di pesantren ku, aku memberanikan diri untuk merantau ke kota dengan tujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Meskipun orangtua sudah mengatakan bahwa kemampuan orangtua menyekolahkan hanya sampai jenjang SMA, maka  aku berniat untuk kuliah dengan biaya sendiri, dan mencari beasiswa-beasiswa.
Dari Tsanawiyah dan Aliyah aku sudah terbiasa untuk belajar mandiri, belajar sambil mencari uang merupakan kebiasaanku, dahulu ketika mondok di Pesantren,aku diberi izin oleh ustadz untuk keluar ke perkampungan guna mengajari anak-anak membaca Al-quran, belajar Shalat, dan sebagainya. Jadi ketika kuliah aku sudah terbiasa untuk mandiri, caraku mensiasati agar kehidupan di kota bisa lebih hemat, maka aku tinggal di Masjid, dari masjid aku bisa mengajar anak-anak, dari rumah ke rumah aku mengajar, dan alhamdulillah para orangtua murid memberikan honor kepada ku, uang itulah ku manfaatkan untuk keperluan hidup dan kuliah.
Selain aktif di lingkungan masjid, aku juga aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan dikampus, dengan demikian Alhamdulillah informasi  beasiswa sering kudapatkan. Beberapa Beasiswa yang pernah kudapatkan semasa kuliah: Beasiswa DIPA dari kampus UIN-SU, Beasiswa Bank Indonesia, Beasiswa PemKab PALUTA, PLN Sumut, dan bantuan dari walikota Medan. Hingga akhirnya aku dapatkan menyelesaikan perkuliahan selama 3,5 tahun dengan IPK camlaude 3,88 dan aku termasuk mahasiswa pecinta organisasi, selama menjadi mahasiswa aku tergabung dalam : HmI(Anggota biasa), BKPRMI(ketua bidang LPPSDM),KNPI(ketua Departemen Keagamaan), PII Kota Medan(Ketua umum), Remaja Masjid(Ketua Umum), Ikatan Alumni Pesantren Daarul Muhsinin(Ketua Umum), HMJ PAI(Ketua Umum), IPSSI Cab. CS (anggota). Disini saya melawan sebagian perkataan orang” bila aktif berorganisasi maka perkuliahan akan lama tamatnya dan nilai akan anjlok alias rendah, tapi saya berusaha merubah mindset tersebut dengan membuktikan pada pribadiku. 
Motto hidup”sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).
                       

REMAJA MASJID


REMAJA MASJID MUSLIMIN LINGKUNGAN XIV Bromo Ujung Kec. Medan Denai
SUKSESKAN PENGKADERAN






Bulan Suci Ramadhan digunakan oleh Remaja Masjid Muslimin (RMM) sebagai moment untuk mengkader anak-anak setempat, dengan mengadakan pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadhan
Warta Indonesia, Medan 24/6

Selama tiga hari dua malam pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadhan (RKR) yang diselenggarakan oleh RMM berjalan lancar sejak tanggal 24-26 Juni 2016. Dalam acara tersebut diikuti sebanyak 56 orang peserta yang terdiri dari 31 orang perempuan dan 25 peserta laki-laki, dari berbagai tingkatan kelas dan sekolah minimal kelas VI SD dan maksimal kelas IX SMP.
Saat sambutan ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) yang diwakili oleh Wakil ketua BKM H. Hasan Ritonga menyampaikan bahwa, saya berterima kasih kepada Remaja Masjid Muslimin, karena masih peduli kepada lingkungan, salah satu bentuk kepeduliannya dengan cara melakukan pembinaan dan pendidikan kepada anak-anak disekitar lingkungan masjid Muslimin.
Dalam pelaksanaan kegiatan PKR ini, RMM sebagai panitia pelaksana berharap agar PKR dapat menjadi wadah untuk belajar dan beramal, sehingga tercipta nya calon kader remaja masjid yang tangguh dan siap untuk menegakkan Islam di lingkungan XIV dan XX Bromo Ujung. Adapun jenjang pengkaderan untuk bisa menjadi kader RMM yang tangguh, diantaranya adalah dengan mengikuti Taman  Pengajian Alquran (TPA) Muslimin, selanjutnya mengikuti acar Pesantren Kilat Ramadhan, lalu ketika sampai usianya minimal 15 tahun atau kelas IX SMP,  maka akan otomatis diajak bergabung dengan Remaja Masjid Muslimin, namun walaupun tidak mengikuti jenjangan yang telah disebutkan diatas, bila seseorang berminat dan bertekad yang kuat untuk bergabung dengan RMM karena untuk bisa menjalin ukhuwah dan mempelajari Islam bersama pemuda setempat  maka itu boleh-boleh saja, ujar ketua RMM Riky Wahyudi.
Khairil fajri selaku ketua panitia berujar” kondisi pemuda dan remaja saat ini, hampir tidak mengetahui fungsi dan tujuannya selaku pemuda, sehingga berakibat banyak melakukan perbuatan yang berbau negatif seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan keburukan lainnya, maka dengan diadakannya PKR ini, pemuda dan remaja dapat mengetahui kembali tugas dan fungsi nya yaitu sebagai penerus kepemimpinan bangsa, juga diharapkan anak-anak bisa menjauhi perbuatan-perbuatan yang salah tersebut, dan dapat menjadi pelopor kebaikan dimana saja pun mereka berada”.
Peserta mengikuti acara dengan penuh semangat dan antusias yang sangat tinggi, apalagi saat pemateri sebelum menyampaikan materinya terlebih dahulu ia memberikan Ice breaking dan berbagai games menarik dan menyenangkan. Hal Itulah yang membuat peserta menjadi betah untuk terus-terusan aktif dan terus mengikuti kegiatan PKR.
Saat awak WI bertanya kepada ketua panitia tentang waktu pelaksanaan yang sangat singkat hanya 3 hari 2 malam, ketua panitia menjawab sebenarnya rencana awal dengan pelaksanaan tidak sepenuhnya terjalankan, rencana awal PKR ini akan dilaksanakan selama 4 hari 3 malam, sampai senin sore tanggal 27 juni 2016, namun karena kondisi keungan yang kurang mengizinkan, maka diambillah kesimpulan agar acara PKR di maksimalkan menjadi 3 hari, dengan cara memaksimalkan materi-materi yang ada.
  Walaupun dengan waktu yang singkat selama 3 hari, bila peserta PKR mengamalkan materi yang telah disampaikan di forum, maka InsyaAllah mereka akan bisa menjadi anak-anak yang soleh dan solehah yang akan berbakti kepada kedua orantua nya, dan dapat berguna untuk Agama, bangsa dan Negara. ( Andi Srg WI)

AKSI-GEN berAKSI





AKSI-GEN / Generasi Peduli turun Ke Jalanan untuk Mengumpulkan Dana yang akan disumbangkan ke Pengungsian Erupsi Gunung Sinabung Karo Sumatera Utara.
 Warta Indonesia, Medan Rabu 22/6
                Relawan dari Aksi-Gen atau Generasi Peduli turun kejalanan guna untuk mengumpulan pundi-pundi rupiah yang bertujuan untuk disumbangkan kepada korban sinabung yang sampai saat ini masih berada di pengungsian korban sinabung. Karena radius tiga sampai kilometer empat masih terus-terusan di guyur abu erupsi sinabung yang menyebabkan  penduduk setempat harus mengungsi, selain daripada itu lahan  pertanian warga tidak bisa lagi dikelola oleh pemiliknya.
Aksi- Gen yang merupakan sebuah wadah yang menghimpun potensi generasi muda untuk belajar peduli dan melakukan aksi berbagai hal bermanfaat buat kehidupan, untuk hidup yang lebih bermakna.
Walaupun Aksi-Gen ini merupakan sebuah Organisasi yang baru dibentuk dan didirikan, tepatnya pada tanggal 12 Juni 2016 bersamaan dengan Ramdhan ke 7 di bulan Ramadhan 1437 H tepatnya di rumah pembina Aksi-Gen di Jl. Jermal VII tepatnya di rumah M.Khairil, S.H.I, namun pergerakannya sudah membuahkan hasil, diantaranya Pengumpulan Dana untuk korban sinabung yang dilaksanakan selama tiga hari sejak rabu sampai jumat tanggal 22-24 juni 2016 yang berlokasi di daerah Merdeka Walk dan jalan Balai Kota.
Selain dari pengumpulan dana untuk sinabung, Program yang telah dilakukan adalah pelaksanaan Seminar dengan tema Pemuda beraksi yang di laksanakan pada hari Sabtu 25 Juni 2016 tepatnya di salah satu Masjid di jl. Karya , kemudian Pelatihan Leadership Generasi Peduli pada hari minggu 26 juni 2016 di rumah Hafiz Rabbani jl. Amaliun, dan selanjutnya program I’tikaf Ramadhan Generasi Peduli sekaligus sahur bersama yang akan dilaksanakan nantinya pada 2 Juli 2016.
Saat Pembina Aksi-Gen  menyampaikan kepada wartawan WI bahwa Aksi-Gen ini juga akan fokus untuk membina Sumber Daya Manusia umat Islam, seperti melakukan pembinaan kepada Remaja Masjid, Badan Kemakmuran Masjid, Aksi-Gen juga telah mencanangkan akan membentuk Koperasi Simpan Pinjam non riba yang sistem nya tidak memakai agunan dan tidak memakai bunga, melainkan hanya uang  terimakasih dari sipeminjam kepada uang kas koperasi.
Ketika pengumpulan dana di hari pertama, para relawan mendapatkan cobaan dari alam yaitu diguyur hujan yang sangat deras, namun kendatipun demikian relawan terus melanjutkan aksi nya hingga jam 18.00, aksi di mulai jam 16.30 setelah shalat Ashar. Saat Orator menyampaikan ajakan nya kepada warga pengguna jalan yang saat berhenti karena lampu merah, orator menyampaikan bahwa erupsi gunung terlama didunia saat ini ialah erupsi gunung sinabung, karena sudah 3 tahun lebih, erupsi nya terus-terusan tanpa kunjung berhenti, orator juga mengajak warga agar membuka mata hatinya, agar bisa memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang di sana, baik bantuan berupa dana,pakain, dan lain sebagainya.
Dengan kondisi  berpuasa,  para relawan  juga bangga dan senang karena masih bisa meluangkan waktunya untuk bisa bergabung dalam kumpulan Aksi-Gen, yang sama-sama punya niat untuk memperlihatkan rasa peduli kepada sesama saudara-saudara yang berada di pengungsian gunung sinabung.

DINAMIKA KEGIATAN RAMADHAN. SMPN 23 Medan Sukseskan PKR 1437 H/ 2016 M


20160609_091922.jpg













Awal-awal Ramadhan SMPN 23 Medan, melaksanakan Pesantren Kilat Ramadhan (PKR) 1437h/2016m. Seluruh peserta mengikuti acara dengan penuh semangat dan antusias yang tingggi.
Medan Warta Indonesia, 9/6

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan didambakan oleh seluruh umat muslim di seluruh  penjuru dunia. Karena dalam bulan ini seluruh aktivitas ibadah di lipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt, baik itu ibadah Wajib maupun Ibadah Sunnah.
Ibadah wajib, Allah balas dengan pahala yang sangat besar , sedangkan amalan ibadah sunnah dibalas oleh Allah seperti balasan amalan wajib.
Berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia di bulan Suci Ramadhan ini, baik aktivitas yang bernilai positif maupun negativ. Aktivitas yang dilakukan yang bernilai positif seperti Shalat fardhu berjama’ah di Masjid maupun Mushalla,  buka puasa bersama di seluruh masjid-masjid dan mushalla-mushalla ,  Shalat tarawih dan witir berjama’ah , dilanjutkan dengan tadarus Alquran.  Sedangkan aktivitas yang bermuatan negativ seperti aktivitas asmara subuh, dan bermain petasan.
Selain dari aktivitas diatas, ternyata di hari keempat Ramadhan SMPN 23 Medan telah menyelenggarakan PKR  yang dilaksanakan mulai hari kamis 9 juni sampai hari sabtu 11 juni 2016 bertepatan dengan Ramadhan ke 4 sampai dengan ramadhan ke 6. PKR ini diselengarakan di lokasi Proses Belajar Mengajar(PBM) dan Mushalla SMPN 23 Medan, sebagai panitia  penyelenggara acara tersebut ialah guru-guru dari  pihak sekolah, bekerja sama dengan Tim Instruktur dari Generasi  Insan Cendikia (GIC) Medan yang dipimpin Fariz Fadillah S.Pd.
Ketua panitia PHBI Ramadhan tahun 1437h/2016m SMP N 23 Medan  Wendi, ST menuturkan dalam sambutannya,” dengan diselenggarakannya PKR tahun 2016 ini di harapakanlah siswa-siswi SMP N 23 Medan dapat mencarger kembali jiwa spritual nya, selama 3 hari siswa-siswi di gembleng oleh instruktur di arena PKR ini, maka diharapkan dapat mengejar pengetahuan agama nya dan dapat berlomba-lomba untuk beramal soleh seperti  layaknya anak pesantren yang digembleng selama 6 tahun di pesantren-pesantren”,
Sembari dari itu, Kepala Sekolah SMP N 23 Medan Hj. Nilam Cahaya Hasibuan, M.Pd  juga menuturkan dalam sambutannya pada saat pembukaan PKR ” Siswa-siswa SMP N 23 Medan harus dapat mengejar Rahmat Ramadhan, dengan mendapatkan rahmat dan keberkahan Ramadhan, maka diharapkan lah siswa/siswi dapat mengubah kebiasaannya, dari yang awalnya malas shalat menjadi rajin shalat, dari yang awalnya bandal suka melawan orangtua dan guru maka diharapkan dapat berubah  menjadi anak yang soleh/solehah dan taat beragama, juga yang awalanya malas ataupun tidak pandai membaca Al-quran, maka diharapkan  bisa menjadi  anak yang cinta kepada Al-quran dan pintar membacanya dan masih banyak lagi hal-hal yang baik yang akan diraih oleh peserta PKR”. Ujar kepala sekolah.
Selain dari itu, Master Of Training (MOT) PKR Fariz Fadillah S.Pd dalam sambutannya menuturkan terimakasih nya kepada pihak SMP N 23 Medan terlebih-lebih kepada ibu kepala sekolah, karena telah mendukung sepenuhnya kegiatan PKR ini dan memfasilitasi secara penuh tim intsruktur,” karena kegiatan PKR ini merupakan sebuah wadah dan metode Dakwah kepada  siswa-siswi yang masih haus akan ilmu pengetahuan agama, marilah sama-sama kita tegakkan dan kita tolong agama Allah, karena dengan menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita” ujar Fariz dalam sambutannya.
Adapun jumlah peserta yang mengikuti PKR tahun 2016 ini berjumlah 227 orang yang terdiri dari kelas VII dan VIII, peserta mengikuti kegiatan dengan semangat dan antusias yang tinggi, karena selain mereka menerima materi dari pemateri yang ahli dibidangnya, mereka juga disuguhkan berbagai games yang menarik dan menyenangkan, dan dari games-games yang diberikan dapat membentuk kekompakan dan kecerdasan intelektual mereka.
Selama tiga hari peseserta PKR  ditempah untuk bisa menjadi siswa yang berakhlakul karimah, bisa mandiri, dan yang terpenting ialah bisa menjadi manusia yang patuh dan  taat kepada segala perintah dan ajaran agama Islam.
Salah seorang peserta saat diwawancari oleh wartawan warta Indoneseia memaparkan” saya senang mengikuti acara ini, sebab dengan mengikuti acara PKR ini, maka semangat saya untuk belajar dan mengamalkan agama Islam semakin terpacu, selain itu keberanian saya untuk berbicara didepan orang banyak semakin tinggi, dan yang paling penting adalah hari libur ku kali ini terisi dengan aktivitas yang sangat bermanfaat” ujar Muhammad Arif Ramadhan peserta terbaik dari laki-laki. Dan Arif juga menyampaikan kepada awak wartawan bahwa ia akan melanjutkan kebiasaan yang ia dapatkan di PKR ini kedalam  kehidupan sehari-harinya, seperti kebiasaan Shalat fardhu berjama’ah, shalat sunah dhuha, baca qura’an, dan diskusi-diskusi bersama teman-teman.(Andi Srg).



Pilih Memilih adalah Pilihan atau Taqdir


Pendahuluan.

Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Sejak awal keujudan manusia, manusia dapat perhatikan hubungan berpasangan ini telah wujud. Di mana lelaki pasanganya wanita, langit pasangannya bumi, matahari pasangannya bulan, siang pasangannya malam.

Di dalam Islam, kita turut diajar soal dosa pasangannya pahala, syurga dan neraka, syaitan dan malaikat, dan sebagainya. Namun terkadang didalam kehidupan sehari-hari manusia lalai dengan hal ini, jadi ketika seseorang berada pada posisi yang kurang menyenangkan menurut pribadinya, dengan seenak nya ia mengatakan Allah tidak Adil, padahal bila ia kembali dengan ayat 36 surat yaasin, sudah jelas dan tegas Allah telah menjadikan sesuatu serba berpasangan, bila hari ini kita dalam keadaan susah berarti disatu sisi ada saudara kita dalam keadaan senang, bila kita sedang miskin sudah jelas ada saudara kita yang sedang kaya, dengan begitu kehiupan ini saling berpasangan yang harus disukuri pada setiap waktunya. sebab bilamana keadaan manusia seluruh nya kaya, atau seluruh penghuni bumi ini miskin maka keadaan nya tidak seindah yang kita alami hari ini.


Pembahasan

Mengenai Pilih memilih adalah pilihan, atau apapun keadaan dan kondisi kita yang tidak kita pilih dari awal itu sudah Taqdir.

Diera millenial ini kita sering mendengar istilah the Life is Choice yang kira-kira artinya Hidup adalah Pilihan. Bilamana ketika mencermati kalimat singkat ini, seolah-olah segala tindak tanduk maupun keadaan yang dialami hari ini adalah hasil dari pilihan kita dimasa lampau, apa betul seperti ini.? Kita ambil permisalam seorang pengemis, bila hari ini si pengemis jalanan dengan baju yang kumuh, bau, jorok, dan penuh dengan tempelan serta koyak-koyakan dibajunya adalah pilihan dia sendiri dimasa lampau, apa benar ia sendiri yang memilih jalan nya hidupnya seperti itu? sudah tentu jawaban nya tidak...! sebab bila ditanya kepada sipengemis tadi bila ada dua pilihan yang dipilihkan kepadanya, maka ia pasti akan memilih yang terbaik daripada ia harus menjadi pengemis jalanan. Dalam kasus ini, sipengemis tadi dalam satu sisi ia tidak memilih, ia hanya pasrah dan menerima nasib nya, padahal boleh jadi yang kuasa menakdirkan nya untuk menjadi orang sukses, namun ketika ia menjadi pengemis pilihan nya untuk bekerja keras masih ia kesampingkan, ia masih memilih untuk menjadi peminta-minta dan mengharap belas kasihan orang daripada harus bekerja keras merubah nasib nya.  Nah, pada satu sisi lain lagi, pengemis ini sebenanrnya sudah memilih, yaitu memilih menjadi orang malas dan pemalas hingga akhirnya nasib nya terus seperti itu.

Kemudian muncul pertanyaan, "Apakah si pengemis tadi sudah ditaqdirkan menjadi pengemis oleh yang maha kuasa atau tidak''?. 

Maka untuk menjawab pertanyaan diatas ialah kembali kepada  obyek nya. bilamana obyek disini sudah bekerja pada pekerjaan lain, namun pekerjaan yang dikerjakan nya tidak menghasilkan apa-apa sama sekali alias rugi atau tidak memperoleh hasil sama sekali, atau di istilahkan ia tidak bisa bekerja dengan pekerjaan yang menggunakan otak sebab ia tidak pernah sekolah, dan juga tidak bisa bekerja dengan menggunakan otot sebab dari segi fisik ia ada kurangnya atau cacat, dan pekerjaan yang bisa dikerjakannya hanya mengharap belas kasihan dengan cara mengemis, maka menurut analisa saya pengemis tadi bernasib buruk, bukan berarti Taqdir dia seperti itu. Sebab boleh jadi bila ia memiliki tekad yang kuat untuk mengfungsikan yang ada pada dirinya untuk bisa merubah hidupnya, maka sudah dipastikan ia bisa berubah untuk lebih baik lagi. Bukankah Al-Quran telah menjelaskan bahwa : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS Arr'ad / 13:11.

 Dari ayat ini jelas bahwa Allah tidak akan pernah mengubah nasib atau keadaan Kaum maupun pribadi seseorang kalau bukan orang itu sendiri yang mengubahnya.

 Dari contoh pengemis diatas, dapat diambil pelajaran bahwa, apapun pilihan hidup kita hendaklah kita pilih pilihan yang terbaik, sehingga dengan pilihan terbaik tersebut, kita berharap apa yang telah kita usahakan dengan semaksimalnya  memang itulah hasil yang terbaik ALLAH berikan. 

Penutup

Sebagai Makhluk yang sempurna dalam penciptaan, hendaklah kita bersyukur dengan apa yang ada dalam diri kita. sebab Allah yang maha kuasa telah memberikan nikmat yang tiada tara, tidak akan  bisa dihitung atau disebutkan satu persatu oleh lisan maupun tulisan. Maka dari itu Ucapan dan tulisan yang layak dan pantas ialah SYUKUR ALHAMDULILLAH 'ALA KULLI NI'MAH, dan untuk Persoalan Pilih Memilih adalah Pilihan atau Taqdir, kedua-dua nya hampir bersamaan, sebab Memilih atau tidak kita, sebenarnya pada hakikat nya kita sudah memilih untuk Taqdir kita, yaitu ketika sbelum kita terlahir kedunia ini, pada saat di alam Roh setiap insan sudah mengadakan perjanjian dengan Khaliqnya,  Dalam surat Al-A'raaf:172 , kita punya perjanjian dengan Allah Sang Khalik Maha Pencipta. "alastu birabbikum > Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Allah berkata dan kita pun menjawab "balaa syahidnaa > Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". Itulah yang Allah tanyakan kepada tiap manusia saat di alam arwah sebelum kita dilahirkan kedunia ini. Hal ini Allah lakukan agar ketika nanti kita dimintai pertanggungjawaban maka kita tidak bisa memungkirinya.

Jelas Sudah bukan?. sebelum lahir kedunia pun, manusia telah memilih untuk menjadi Hamba yang Taat kepada Allah, bilamana ketika sesorang terlahir kedunia kemudian ia menjadi Kafir Nasrani, Majusi, atau Yahudi itu tergantung pada orangtuanya, sebab semasa dalam kandungan semua manusia dalam keadaan FITRAH. Allahu a'lam bissowaf.....