Sabtu, 12 Desember 2020

Cerpen Motivasi Untuk Para Jomblo"AKU MENYESAL MENIKAH"




Dahulu saat dipenghujung kuliah sering mendengar teman-teman membuat statemen baik melalui tulisan maupun lisan, dengan ucapan yang bunyinya kurang lebih "Setelah Skripsi Terbit lah Resepsi", tulisan itu beredar disosial media, baik di Facebook, Tweeter, Instagram dan sosmed lainnya. 

Tidak hanya itu, ketika suasana melelahkan dan menegangkan yang memakan banyak waktu, pikiran,tenaga bahkan uang telah terlalui tibalah saatnya momen yang ditunggu dan dinanti oleh setiap mahasiswa yang menurut sebagian besar orang sekali seumur hidup, yaitu Acara WISUDA. kembali lagi terdengar dari teman seperjuangan istilah "PW", sikawan penulis bertanya " kamu sudah ada PW untuk acara wisuda nanti?" Saat mendengar istilah PW  penulis dengan lugunya bertanya balik sama si penanya, " emang PW itu apaan sih?", memang saat itu penulis belum tau persis yang dimaksud dengan PW saat wisuda, sebab selama kuliah penulis sering mendengar istilah PW itu Pengurus Wilayah dalam  Organisasi atau kelembagaan, namun ternyata maksud teman yg bertanya PW itu ialah *Pendamping Wisuda* seketika itu penulis tersenyum untuk menjawab pertanyaan kawan nya, yah udah pastilah ada PW ku, Alhamdulillah keluarga bisa hadir dalam wisuda ku kali ini, ayah, ibu, dan adik-adikku, yang mana saat wisuda dan tamatan saat Aliyah dahulu tak ada seorang pun keluarga ku yang menghadiri. Kali ini dengan Rahmat dan pertolongan Allah SWT. Ibu juga bisa hadir, padahal selama ini mamak tidak bisa berpergian jauh-jauh dengan mobil atau bus, karena ibu akan muntah-muntah atau bahkan bisa hampir pingsan. Namun saat acara wisuda ku ini, dengan dorongan yang kuat dan bujukan yang terus menerus kusampaikan dan selalu ku kuatkan bahwa mamak pasti bisa, dan akan kami do'akan terus selama mamak di perjalanan, Alhamdulillah berkat doa bersama dari anak-anak nya, ia pun kuat sampai di ibukota Provinsi Sumatera Utara yang memakan waktu kurang lebih 10 jam an. Begitu lama penulis berbicara dan menjelaskan curhatan nya kepada temannya , lalu teman itu berbisik, "bukan itu yang kumaksud sobat,.... yang kumaksud itu Pendamping Wisuda yang bakalan ente ajak nantinya untuk Pra Wedding alias seorang wanita yang bakalan ente ajak untuk menikah nantinya....." Intonasi suara yang agak  meninggi dan raut wajahnya agak emosi karena geram dengan kepolosan sahabat nya, lalu penulis pun menjawab nya dengan santai dan santun menanggapi kondisi temannya yang sudah agak sedikit emosi, " sobat ku,... Pertanyaan ente ini sudah jauh-jauh hari dipertanyakan oleh saudara, famili bahkan orang terdekat ku, tidak hanya saat sedang kuliah atau tamat kuliah, namun pertanyaan ini sudah ditanyakan saat aku masih di bangku sekolah tepat nya kelas 3 MTs dan kelas 1 MAS dahulu, jawaban ku akan tetap sama, yaitu aku tak akan menikah sebelum bisa membahagiakan orang tua ku", lalu teman yang tak mau kalah dan mengalah itu bertanya kembali, " ente yakin akan menikah setelah orang tua ente bisa ente bahagiakan, emangnya bagaimana indikator kebahagiaan orang tua antum menurut antum?, Kalau seandainya mereka belum merasa bahagia dengan perlakuan antum 10 tahun kedepan setelah tamat kuliah, berati kira kira usia antm sudah 33 tahun, apakah akan tetap belum menikah?"... Penulis menjawab" InshaAllah orang tua ana orang nya tidak ribet kok, buktinya saat ku kabari aja berita ana akan wisuda mamak udah nangis bahagia dan terharu sambil berucap, "padahal nak kau kuliah mandiri, biaya sendiri, bahkan terkadang dari uang saku yang kau miliki nak, baik itu dari beasiswa ataupun dari jerih payah mu ngajarin anak ngaji masih sering-sering kau kirim untuk kami dikampung, hari ini kau kabarkan akan wisuda betapa bahagianya mamak nak", sambil berucap sambil menangis mamak saat itu. Dan indikator kebahagiaan orang tua ku menurutku diantara nya ialah ketika beban dan kewajiban mereka dapat kukurangi minimal nya, karena saat aku sekolah dahulu ketika kelas XI dan XII Aliyah, aku disekolahkan abang ku, dari itu aku juga harus bisa seperti itu, harus bisa membiayai adik ku sekolah, selanjutnya ketika mereka dapat ku gandeng ke tanah suci baik itu haji ataupun Umrah, baru aku akan menikah"...


Mendengar jawaban ku, sobat itu lalu berkata yah, semoga apa yang kau impikan terkabul, tapi jangan sampai ente dipanggil uwak sama anak-anak adik ente baru ente menikah yah,. Begitu ia akhiri ucapannya, ia melanjutkan aktivitas nya. 


Nah,.. cerita pendek diatas adalah sedikit pengantar dari kisah awal perjalanan seorang Pemuda yang semasa kuliah nya bertugas menjadi Penjaga Masjid  (PM) dalam menemukan jodoh nya. 


Memang, jauh hari sebelum menikah ia sudah membuat rencana karir atau planning masa depan. Yaitu:


1. Menikah setelah tamat minimal S-2 atau S-3.

2. Menikah ketika sudah hidup mapan dan berpenghasilan yang menjanjikan

3. Menikah ketika sudah bisa membiayai sekolah adik

4. Menikah ketika sudah bisa mengUmrahkan orangtua setidak-tidaknya ayah atau ibu.

Dan masih banyak lagi target yang harus tercapai baru MENIKAH.


Namun ketika dalam perjalanan mewujudkan impian dan target-target yang sudah ia rancang, hasil nya tidak sesuai dengan harapan, S-2 ke Eropa tepatnya Perancis tidak jadi karena Jurusan yang tidak Linear, padahal persiapan bahasa selama 6 bulan sudah dikejar, dan karena Private bahasa Perancis selama 6 bulan ini mengakibatkan S-2 yang sudah ia  ambil di kampus UIN Su dengan ikhlas harus ia tinggalkan, selanjutnya aktivitas mengajar di sekolah kembali ia lanjutkan, karena bagaimana pun kesibukan dan apapun impian nya, ia juga harus bisa mengusahakan impian adek nya untuk bisa menjadi Hafidz Al-Qur'an, karena sesuai dengan tekadnya, setamat dari SD adik nya yang nomor 10 ini, jenjang  pendidikan adik bungsunya mulai MTs sampai Aliyah nya harus ia yang membiayainya dan Alhamdulillah, dengan izin Allah adik nya bisa masuk ke salah satu Pesantren Tahfidz Al-Qur'an yang ada di Medan. 


Seiring berjalannya waktu, sambil mengajar di sekolah-sekolah swasta sebagai guru honor yang gajinya Alhamdulillah pas-pasan untuk makan dan bensin sepeda motornya, sambil melanjutkan pekerjaan dari awal kuliah S-1 dahulu yaitu menjadi Marbot (Pengurus Masjid) dan guru mengaji serta guru privat rumah ke rumah, alhamdulillah dengan rezeki itu ia bisa menghidupi dirinya dan adik nya yang sedang menghafal Al-Qur'an. 


Namun, dicelah-celah aktivitas dan rutinitas yang ia jalani saat itu, timbul lagi dibenaknya seperti pembicaraannya dengan teman nya dahulu, apakah ia akan menikah ketika usia sudah lanjut?.. karena bila prinsip lama nya yang ia pedomani, boleh jadi pernikahan nya akan berlangsung setelah usia minimal 35 tahun atau 40 tahun, setelah adiknya tamat sekolah dan orang tuanya bisa diumrahkan nya dari gaji hasil mengajar yang pas-pasan itu dan bantuan saudaranya. 


ketika itu Mulailah Dilema hidup menghampiri kehidupannya, apalagi saat-saat itu berdatangan undangan pernikahan dari teman sekampus dan teman sesekolahnya. Apa tidak semakin galau?... Ditambah lagi pertanyaan-pertanyaan dari kiri, kanan, muka, belakang, dari penanya yang jumlahnya tidak hanya satu dua orang,

Bahkan bisa puluhan orang yang bertanya, namun pertanyaannya hampir sama semua, yaitu KM ( Kapan Menikah?). Wah.. semakin kacau deh... Istilah gaulnya "Apa Kata Dunia??" 


Sampai disini Bagaimana menurut saudara/i pembaca yang budiman ?.. 

Mau Menikah,  atau lanjutkan aktivitas seperti biasa.. 

Mungkin hampir sama bagi kaum Adam, ketika ditanya kenapa belum Menikah? Kemungkinan besar jawabannya, karena oh karena..., belum dapat jodoh yang cocok....

Atau mungkin jawabannya, karena belum mapan, bagaimana mau menikah? Makan aja  bisa sudah syukur.. Yah, masuk diakal juga sih, saat masih lajang gaji pas-pasan akan bisa dipas-paskan untuk kehidupan sendiri, nah kalau udah menikah pasti akan berfikir cari rumah kontrakan, bayar listrik, bayar air, belik kebutuhan rumah tangga, kebutuhan istri dan masih banyak lagi yang mau dibelik dengan uang yang pas-pasan.


Inilah mungkin alasan sebagian anak muda maka nya lama membujang. Begitu juga dengan penulis ketika itu, Sebab penulis sudah merasa aman dan nyaman saat itu, sejak dari awal kuliah sampai tamat kuliah tidak pernah merasakan yang namanya bayar uang kos-kosan, bayar listrik, bayar air, seperti kebanyakan temannya yang ngekos dan ngontrak, karena sejak dahulu ia sudah menjadi pengurus masjid, jadi sudah lumayan enak, tempat tinggal disediakan, listrik air gratis, bahkan sering mendapatkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka berupa makanan, uang, baju dan sebagainya. Padahal kerjanya hanya membersihkan Masjid, kamar mandi Masjid, halaman nya, mulai dari menyapu, ngepel lantainya, membersihkan sajadah nya, azan, Iqamat, Menjadi Imam, mengisi Khutbah saat khatib berhalangan, ikut perwiritan bapak-bapak, ikut pengajian anak remaja masjid dan lain sebagainya.


Oke deh kita lanjut kembali cerita bang PM.

 Disaat-saat memuncak dilema hati bang PM tentang karir yang akan dicapai dan menemukan sidambaan hati, ia beranikanlah meminta pendapat orang tua nya, sebab sudah kebiasaan bang PM untuk bertanya pada ibu nya bila ia mendapati masalah dalam hidupnya.

Ia sampaikan isi hatinya, bahwa ia sudah merasa cocok untuk menikah, meskipun persiapan finansial nya belum ada, paling tidak ia ingin tahu bagaimana respon ibu nya, dan Alhamdulillah, kembali bg PM mendapatkan respon yang baik,  mama nya menjawab " ia nak, kalau sudah ada yang cocok tidak masalah itu, InshaAllah cita-cita baik mu pun akan tercapai, meskipun bila kamu sudah menikah, atau mungkin impian mu itu akan lebih mudah terkabul ketika kau sudah punya istri nak," mendengar jawaban mamaknya, bang PM rasanya seperti kejatuhan emas satu ember.. MashaAllah. Terakhir nasehat mamak bang PM, " carilah nak yang cocok menurut mu, dan cocok menurut yang maha kuasa Artinya terlebih dahulu Sholat Istikharah kan dahulu", mengapa mamak bg PM mengingatkan harus dari hasil Istikharah, karena ia mengetahui bahwa anaknya ketika itu tidak sedikit anak gadis yang mendekati dan Pdkt padanya.

Dari diskusi bg PM  dengan mamak nya, hingga terbuka lebar bagi nya pintu untuk akan segera menyempurnakan separuh Agama nya, Sebab bg PM tahu, bilamana mamanya sudah Ridho, meskipun modal Nikah bg PM belum ada,  InshaAllah dengan kata-kata dan ilmu Negosiasi ibu nya semua urusan akan lancar. 


Semua ketakutan dan kekhawatiran bang PM tentang Dana dan biaya kehidupan setelah Nikah nanti bisa diatasi. Apalagi setelah berkali-kali mendengar kan ceramah UAH / Ustadz Adi Hidayat semoga Allah merahmatinya, dalam ceramahnya lewat YouTube,. Diantara Nasehat dan pesan beliau kurang lebih seperti " Jangan pernah pakai Logika anak muda dengan logika ketika sudah berkeluarga, sebab perhitungan saat masih lajang tidak sama dengan perhitungan ketika berkeluarga (perhitungan masalah rezeki) yang penting Yakin dengan Hadist nabi bahwa dengan Menikah Allah akan memperluas Rezeki, setelah Yakin baru berusaha dan berdoa," seperti itulah kurang lebih isi ceramah dari UAH, dan begitu juga dengan calon istri yang sudah didapatkan bang PM lewat Sholat Istikharah dan Tahajjud nya, yang selalu memotivasi, menyemangati, dan meyakinkannya, "InshaAllah pasti bisa Akhy, apa yang antum impikan dan cita-cita kan tidak akan terhalangi oleh pernikahan, asal usaha dan doa yang dilakukan sungguh-sungguh, serta selalu minta doa dan Ridho orang tua." Begitulah kurang lebih masukan dari calon ibu bagi anak-anak bang PM  kala itu. 


Dengan begitu bg PM pun sampaikan Niatan nya kepada orang tuanya, bahwa setelah Hari Raya Idul Fitri 1440 H/ atau bulan Juni 2018, bila Allah berkehendak dan direstui oleh ibu dan ayah mereka akan melanjutkan pernikahan nya. 


Namun mendengar semangat anak nya yang untuk beribadah ini, maka mamak bang PM pun menawarkan untuk apa diperlambat hal baik, sesuatu yang baik itu tidak baik diperlambat begitulah kira-kira pernyataan mamak bg PM, bagaimana kalau sebelum Puasa aja dilangsungkan akad pernikahan nya dan resepsi nya ujar mamak Bg PM. Alhamdulillah usulan itupun disetujui oleh dua belah pihak, tepat pada tanggal 6 April 2018 bertepatan dengan hari Jumat, Akad pernikahan Penjaga Masjid pun diberlangsungkan di kediaman mempelai wanita tepat nya di Desa Parbeokan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun Siantar. 


Dengan Motivasi Hadits nabi yang PM pelajari ketika di Pesantren dahulu, dan Meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Rezeki orang yang sudah menikah tidak akan sama dengan yang belum menikah ternyata hal ini sangat benar adanya, Maha Benar Allah dengan segala janji-janjiNya dan dengan Kebenaran Muhammad Rasulullah dengan seluruh perkataan dan perbuatannya.

Inilah Hadist yang Menjadi Motivasi bagi bang PM pada khususnya dan bagi kaum muslimin pada umumnya :


Dari 'Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya     mereka     akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu" (HR. Hakim dan Abu Dawud). 


Dan Alhamdulillah dengan Izin ALLAH SWT. Setelah bg PM menikah dengan gadis pilihan nya beberapa cita-cita dan impiannya dapat jadi kenyataan.:

○Adek nya terus melanjutkan Hafalan Qur'annya, 3 Tahun di Pesantren Darul Qur'an, setamat dari DaQu, ia melanjutkan ke Rumah Tahfidz Zamzami dan formal nya di MAS..Al-Washliyah Qismul Ali Jl.Ismailiyah Medan.

○Saat adik perempuan Tamat Aliyah dan berkeinginan masuk TAHFIDZ AL-QUR'AN, Alhamdulillah bisa.

○Bisa membeli sepeda motor baru.

○Setelah Menikah bisa Melanjutkan dan Menyelesaikan Pendidikan S-2

○Bisa Umrah bersama Ibu tercinta (belum genap 2 Tahun Pernikahan).

○Bisa Membeli Pertapakan Rumah di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Tepatnya Kota Medan.


Dan masih banyak lagi perolehan Rezeki dari Allah SWT yang ia dapatkan setelah pernikahannya Hingga pada akhirnya bila ada teman yang bertanya, "Bagaimana Rasanya  setelah MENIKAH"?..


Maka ia pun menjawab " Saya Menyesal Menikah", yah menyesal menikah nya kenapa kelamaan menikah nya, kenapa harus di Usia 24 Tahun lebih MENIKAH nya, kenapa tidak saat usia 20 Tahunan dahulu" karena begitu Banyak yang didapat kan saat sudah MENIKAH, Diantara nya Tersempurnakan separuh Agama, Terjaga nya hati dan anggota tubuh dari maksiat, Mendapatkan banyak Rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Yaa Rabb.. jadikanlah hamba dari bagian hamba yang senantiasa bisa Mensyukuri Nikmat yang telah engkau berikan...


*Menurut bg PM Logika Rezeki saat Menikah*

1+1+1= 111, mengapa begitu jawaban nya, karena.

1 Sumber Rezeki dari Suami

1 Sumber Rezeki dari Istri

1 Sumber Rezeki dari Anak

Sama dengan (=) hasilnya banyak,. Dan bisa terbagi untuk orang lain.


*Logika Rezeki Jomblo menurut pengalaman bg PM*

Sumber Rezeki hanya diri sendiri, jadi hasil nya pas-pasan untuk diri sendiri, hanya sedikit yang terbagi untuk orang lain.

Allahu A'lam bisshowaf....

Penulis: Andi Suhendra SIREGAR

Rabu, 09 Desember 2020

Tour Anak PAI 2 lake Toba Samosir island













 

MASUK SURGA DENGAN SELAMAT



Dari Abdullah bin Salam radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

 

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَّامٍ ‏-رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ « يَا أَيُّهَا النَّاسُ! أَفْشُوا السَّلَام, وَصِلُوا الْأَرْحَامَ, وَأَطْعِمُوا اَلطَّعَامَ, وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ, تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ » أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ

 

“Wahai manusia, sebarkanlah ucapan salam, sambunglah tali kekerabatan, berilah makan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang tengah tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat.” (HR. at Tirmidzi no. 1931).


Bila hari ini kita sedang berada di Dunia Alam yang Fana dan penuh dengan tipu daya muslihat, tentu kita sudah mengetahui bahwa dunia yang sementara ini akan mengalami fase kehancuran pada akhirnya, nah kalau begitu, ketika dunia ini nanti akan hancur kemana kita akan kembali.??..

Sudah pasti bagi Muslim yang taat dan beriman mengetahui hal itu. Bahwa mereka akan melanjutkan Perjalanan Panjang, Pasca Alam Dunia menuju Alam yang dinamakan dengan Alam Akhirat.

Dan Akhir daripada Alam Akhirat yang begitu teramat panjang, Mulai dari Alam Barzakh, Alam / hari Kehancuran, Alam/ hari Mahsyar, hari perhitungan, hari pertimbangan, hari Syafaat atau pertolongan, selanjutnya Titian Sirat, ialah dua Pilihan APAKAH MENUJU SURGA NYA ALLAH SWT. atau akan dimasukkan ke dalam NERAKA Nya ALLAH SWT. ∆ Pilihan ada pada kita.

Bila ingin masuk ke Dalam SURGA NYA ALLAH SWT. Dengan SELAMAT, Maka setidaknya ikuti SELURUH PERINTAH ALLAH dan Rasul Nya, diantara Perintah RasulNya ialah.

Sebarkanlah ucapan salam, sambunglah tali kekerabatan, berilah makan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang tengah tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat.

1. Sebarkanlah Salam kepada seluruh Umat Muslim, baik yang kita kenal maupun tidak kita kenal, namun pada hari ini kebanyakan manusia enggan untuk berSalam, kepada yang kenal bila bersalam takut dikatakan kalau orang yang bersalam itu Jama'ah Tabligh, atau Jaulah, karena kelompok Jamaah Tabligh ini termasuk sebagian yang konsisten untuk mengamalkan Sunnah Rasulullah. Dan bila berSalam kepada orang yang tidak dikenal, ia khawatir kalau-kalau ia dikatakan sebagai orang yang SKSD sok kenal sok dekat, dan pada akhirnya sebahagian memilih diam daripada dikatakan ini itu. Padahal Perintah MENEBARKAN SALAM adalah Perintah RASULILLAH SAW.

2. Menyambung Silaturahim, kepada siapapun umat manusia diperintahkan untuk selalu menyambung Silaturahmi, karena dengan Amal ini, maka Umur akan diberkahi Allah dan Rezeki akan diberikan ALLAH SWT. Keluasan Rezekinya.

3. Memberikan Makan adalah Perintah Allah dan Rasulnya. Memberikan makan orang yang mampu adalah Amal Baik dan Soleh dimata Allah dan manusia, akan tetapi memberikan makan orang yang sedang keLAPARAN dan Miskin jauh lebih Afdhal dan bernilai Pahala yang besar daripada yg pertama tadi.

4. Selanjutnya Sholat lah di Tengah Malam ketika orang- orang sedang Menikmati waktu tidurnya, namun kita menikmati Ibadah kita pada saat itu juga, mencurahkan segala isi hati dan permasalahan hidup kepada pemilikNya, melalui Ibadah Shalat, banyak macaman Shalat yang dapat dikerjakan. Seperti Sholat Taubat, Sholat Tahajjud, Sholat Tasbih, Sholat Hajat, Dengan penuh ke Khusyukan dan ke Tawadhu an, serta ke Ikhlasan kepada ALLAH SWT. Maka pengamal-pengamal nya akan dimasukkan ALLAH kedalam Jannah Nya yang penuh dengan Kenikmatan.

Semoga kita  Umat Muslim dan muslimat, Mukmin dan Mukminat diberikan Allah Ridho dan RahmatNya untuk bisa diperkenankan Masuk ke Dalam SURGANYA ALLAH SWT. DENGAN SELAMAT


AMIIN

by. Andi Suhendra SIREGAR


Jiwa Pahlawan Bukan Pelawan




 Bismillahirohmanirohim.
10 November  merupakan hari pahlawan Nasional untuk bangsa Indonesia, dimana hari ini merupakan satu hari yg termasuk sangat sakral bagi seluruh rakyat Indonesia, sebab dengan peringatan ini maka rakyat Indonesia kembali mengenang jasa-jasa para pahlawan dalam memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana sebelum Indonesia merdeka rakyatnya ditindas di zolimi bahkan di bunuh oleh para penjajah laknatullah. Saat  pergerakan perjuangan  para pahlawan, keanggotaan mereka adalah asli boemi putra  bukan asing dan Aseng, mereka rela berkorban untuk membela tanah air tercinta, tidak hanya harta, bahkan nyawa sekalipun dikorbankan untuk kemerdekaan ini. Nah pertanyaan nya, apakah semua rakyat Indonesia ketika itu siap untuk mati matian membela NKRI ini?. Jawabannya tidak, ternyata sebagian dari rakyat Indonesia yang bermental tempe berhati kerupuk yang mata duitan bila melihat duit dan mendengarkan tawaran jabatan dan kesenangan langsung melek, Hingga mereka pun rela untuk membela dan membantu para penjajah tersebut, alhasil dengan sifat kemunafikan orang orang yang seperti itu sering membocorkan rahasia keamanan para tentara Indonesia,. Jelas sudah kita ketahui jiwa yang rakus akan kemewahan inilah jiwa jiwa pelawan dan pembangkang, dalam Islam inilah golongan bermuka dua alias munafik, bila mereka bisa berkhianat kepada negara nya sendiri, yang mana tanah yang ia pijak merupakan tanah Indonesia, Air yang ia minum adalah air nya Indonesia bahkan udara dan oksigen yg ia hirup juga adalah udaranya Indonesia, ketika orang-orang munafik berani berkhianat kepada sesama makhluk ciptaan Allah, berarti ia juga telah berkhianat kepada Rabb nya, bukankah umat Islam telah mengetahui bahwa ciri orang munafik diantara nya ialah bilamana ia berkata ia berdusta, bila ia berjanji ia ingkari , dan bila ia dipercaya ia berkhianat.(Al-Hadist). Pelajaran yang dapat diambil dari hari pahlawan ini ialah, 1. Hargailah pahlawan-pahlawan yang telah gugur membela NKRI ini dengan cara meneruskan perjuangan yang telah mereka rintis dahulu, tekuni dengan semaksimal mungkinprofesi yang sedang diemban,2. jadilah pahlawan untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Pahlawan untuk diri sendiri ialah ajak seluruh anggota tubuh ini untuk mengerjakan kebaikan kebaikan dan untuk menjauhi keburukan-keburukan agar diri sendiri bisa selamat dari fitnah dunia yang penuh dengan tipu daya ini. Selanjutnya pahlawan untuk orang lain ialah tebarkan kebaikan,  sekecil apapun kebaikan itu sebab kebaikan yang ditebarkan akan memberikan manfaat untuk banyak orang dan sebaik-baik manusia ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain(Al-Hadist). Terakhir mulia kanlah pahlawan terdekat mu yaitu Ayah dan ibu mu, serta guru-guru mu, dari mereka lah kita mendapat kan langsung apa arti nya kehidupan ini. Selalu dengar nasehat orang tua dan guru, jangan pernah Melawan mereka, sebab Ridho Allah terletak pada Ridho orang tua, dan keberkahan Ilmu terletak pada Ridho nya guru..  Selamat hari PAHLAWAN

Sabtu, 05 Desember 2020

Aku Menyesal MENIKAH

Dahulu saat dipenghujung kuliah sering mendengar teman-teman membuat statmen baik melalui tulisan maupun lisan, dengan ucapan yang bunyinya kurang lebih "Setelah Skripsi Terbit lah Resepsi", tulisan itu beredar dijagad sosial media, baik di Facebook, Tweeter, Instagram dan sosmed lainnya. 
Tidak hanya itu, ketika suasana melelahkan dan menegangkan yang memakan banyak waktu, pikiran,tenaga bahkan uang telah terlalui tibalah saatnya momen yang ditunggu dan dinanti oleh setiap mahasiswa yang menurut sebagian besar orang sekali seumur hidup, yaitu Acara WISUDA. kembali lagi terdengar dari teman seperjuangan istilah "PW", sikawan bertanya " kamu sudah ada PW untuk acara wisuda nanti?" Saat mendengar istilah asing itu pun penulis dengan lugunya bertanya balik sama si penanya, " emang PW itu apaan sih?", memang saat itu penulis belum tau persis yang dimaksud dengan PW saat wisuda, sebab selama kuliah penulis sering mendengar istilah PW itu Pengurus Wilayah dalam struktural Organisasi, namun ternyata maksud teman yg bertanya PW itu ialah *Pendamping Wisuda* seketika itu penulis tersenyum untuk menjawab pertanyaan kawan nya, yah udah pastilah ada PW ku, Alhamdulillah keluarga bisa hadir dalam wisuda ku kali ini, ayah, ibu, dan adik-adikku, yang mana saat wisuda dan tamatan saat Aliyah dahulu tak ada seorang pun keluarga ku yang menghadiri. Kali ini dengan Rahmat dan pertolongan Allah SWT. Ibu juga bisa hadir, padahal selama ini mamak tidak bisa berpergian jauh-jauh dengan mengendarai mobil atau bus, karena ibu akan muntah-muntah atau bahkan bisa pingsan. Namun saat acara wisuda ku ini, dengan motivasi yang kusampaikan dan selalu ku kuatkan bahwa mama pasti bisa, dan akan kami do'akan terus selama mamak di perjalanan, Alhamdulillah bersama dari anak-anak nya, ia pun kuat sampai di ibukota Provinsi Sumatera Utara. Begitu lama penulis berbicara dan menjelaskan curhatan nya kepada temannya , lalu, teman itu berbisik, "bukan itu yang kumaksud sobat, yang kumaksud itu Pendamping Wisuda yang bakalan ente ajak nantinya untuk Pra Wedding alias perempuan yang bakalan ente akan nikahin nantinya....." Intonasi suara yang agak  meninggi dan raut wajahnya agak emosi karena geram dengan kepolosan ku, lalu penulis pun menjawab nya dengan santai dan santun menanggapi kondisi temannya yang sudah agak sedikit emosi, " sobat ku,... Pertanyaan ente ini sudah jauh-jauh hari dipertanyakan oleh saudara, famili bahkan orang terdekat ku, tidak hanya saat sedang kuliah atau tamat kuliah, namun pertanyaan ini sudah ditanyakan saat aku masih di bangku sekolah tepat nya kelas 3 MTs dan kelas 1 MAS dahulu, jawaban ku akan tetap sama, yaitu aku tak akan menikah sebelum bisa membahagiakan orang tua ku", lalu teman yang tak mau kalah dan mengalah itu bertanya kembali, " ente yakin akan menikah setelah orang tua ente bisa ente bahagiakan, emangnya bagaimana indikator kebahagiaan orang tua antum menurut antum?, Kalau seandainya mereka belum merasa bahagia dengan perlakuan antum 10 tahun kedepan setelah tamat kuliah, berati kira kira usia antm sudah 33 tahun, apakah akan tetap belum menikah?"... Penulis menjawab" InshaAllah orang tua ana orang nya tidak ribet kok, buktinya saat ku kabari aja berita ana akan wisuda mamak udah nangis bahagia dan terharu sambil berucap, "padahal nak kau kuliah mandiri, biaya sendiri, bahkan dari uang yang kau cari termasuk dari beasiswa yang engkau dapatkan masih sering-sering kau kirim untuk kami dikampung, hari ini kau kabarkan akan wisuda betapa bahagianya mamak nak", sambil berucap sambil menangis mamak saat itu. Dan indikator kebahagiaan orang tua ku menurutku diantara nya ialah ketika beban dan kewajiban mereka dapat kuambil alih, seperti membiayai adik ku yang sedang sekolah, selanjutnya ketika mereka dapat ku gandeng ke tanah suci baik itu haji ataupun Umrah, baru aku akan menikah"...

Mendengar jawaban ku, sobat itu lalu berkata yah, semoga apa yang kau impikan terkabul, tapi jangan sampai ente dipanggil uwak sama anak-anak adik ente baru ente menikah yah,. Begitu ia akhiri ucapannya, ia melanjutkan perjalanan nya. 

Nah,.. cerita pendek diatas adalah sedikit pengantar dari kisah awal perjalanan Bang Regar dalam menjemput jodoh nya,. 

Memang, jauh hari sebelum menikah aku sudah membuat rencana karir ku, ringkasnya:

1. Menikah setelah tamat S-2 
2. Menikah ketika gaji sudah mapan
3. Menikah ketika sudah bisa menyekolahkan adik
4. Menikah ketika sudah bisa mengUmrahkan orangtua setidak-tidaknya ayah atau ibu.
Dan masih banyak lagi target yang harus tercapai baru MENIKAH.

Namun ketika dalam perjalanan mewujudkan impian dan target-target yang sudah di rancang, hasil nya tidak sesuai dengan harapan, S-2 ke Eropa tepatnya Perancis tidak jadi karena Jurusan yang tidak Linear, padahal persiapan bahasa selama 6 bulan sudah dikejar, dan karena Private bahasa Perancis selama 6 bulan ini mengakibatkan S-2 yang sudah di ambil di kampus UIN Su dengan ikhlas harus ditinggalkan, selanjutnya aktivitas mengajar di sekolah kembali kulanjutkan, karena bagaimana pun kesibukan dan apapun impian ku, aku juga harus bisa mengusahakan impian adek ku untuk bisa menjadi Hafidz Al-Qur'an, karena sesuai tekad ku, setamat dari SD adik ku yang terakhir untuk jenjang pendidikan berikutnya MTs sampai Aliyah nya harus aku yang biayai dan Alhamdulillah, kembali dengan izin Allah ia bisa masuk ke salah satu Pesantren Tahfidz Al-Qur'an di Medan. 

Seiring berjalannya waktu, sambil mengajar di sekolah-sekolah swasta sebagai guru honor yang gajinya Alhamdulillah pas-pasan untuk makan dan bensin sepeda motor, sambil melanjutkan pekerjaan dari awal kuliah S-1 dahulu yaitu menjadi Marbot (Pengurus Masjid) dan guru mengaji serta guru privat rumah ke rumah, alhamdulillah dengan rezeki itu bisa menghidupi ku dan adik ku yang sedang menghafal Al-Qur'an. 

Namun, dicelah-celah aktivitas dan rutinitas yang kujalani saat itu, timbul lagi dibenakku seperti pembicaraan ku dengan teman ku dahulu, apakah aku akan menikah ketika usia ku sudah lanjut?.. karena bila prinsip lama ku yang kupedomani, boleh jadi pernikahan ku akan berlangsung setelah usia minimal 35 tahun atau 40 tahun, setelah adikku tamat sekolah dan orang tua kuumrahkan dari gaji hasil mengajar dan bantuan saudara ku. 

Seketika itu Mulailah perasaan bingung menghampiri kehidupan Bang Regar, apalagi saat itu berdatangan undangan pernikahan teman sekampus dan teman sekolah. Apa tidak semakin galau?... Ditambah lagi pertanyaan-pertanyaan dari kiri, kanan, muka, belakang, dari penanya yang jumlahnya tidak hanya satu dua orang,
Bahkan bisa puluhan orang yang bertanya, namun pertanyaannya hampir sama semua, yaitu KM ( Kapan Menikah?). Wah.. semakin kacau deh... Istilah gaulnya "Apa Jawab Dunia??" Hehehhe.

Bagaimana menurut saudara/i pembaca?.. 
Mau Menikah,  atau lanjutkan aktivitas seperti biasa.. 
Mungkin hampir sama bagi kaum Adam, ketika ditanya kenapa belum Menikah? Kemungkinan besar jawabannya, karena oh karena, belum dapat jodoh yang cocok....
Atau mungkin jawabannya, karena belum mapan, bagaimana mau menikah? Makan aja  bisa udah syukur kata bang . Yah, masuk diakal juga sih, saat masih lajang gaji pas-pasan akan bisa dipas-paskan untuk kehidupan sendiri, nah kalau udah menikah pasti akan berfikir cari rumah kontrakan, bayar listrik, bayar air, belik kebutuhan rumah tangga, kebutuhan istri dan masih banyak lagi yang mau dibelik dengan uang yang pas-pasan.

Inilah mungkin alasan sebagian anak muda maka nya lama membujang. Begitu juga dengan penulis ketika itu, Sebab penulis sudah merasa santai saat itu, sejak dari awal kuliah sampai tamat kuliah tidak pernah merasakan yang namanya bayar uang kos-kosan, karena sejak dahulu nya sudah menjadi pengurus masjid, jadi sudah lumayan enak, tempat tinggal disediakan, listrik air gratis, bahkan sering mendapatkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka berupa makanan, uang, baju dan sebagainya. Padahal kerjanya hanya membersihkan Masjid, kamar mandi Masjid, halaman nya, mulai dari menyapu, ngepel lantainya, membersihkan sajadah nya, azan, Iqamat, Menjadi Imam, mengisi Khutbah saat khatib berhalangan, ikut perwiritan bapak-bapak, ikut pengajian anak remaja masjid dan lain sebagainya.

Oke deh kita lanjut kembali cerita bang Regar dahulu,
 Disaat-saat memuncak dilema hati bang Regar tentang karir yang akan dicapai dan menemukan sidambaan hati, ia beranikanlah meminta pendapat orang tua nya, sebab sudah kebiasaan bang Regar untuk bertanya pada ibu nya bila ia mendapati masalah dalam hidupnya.
Ia sampaikan isi hatinya, bahwa ia sudah merasa cocok untuk menikah, meskipun persiapan finansial nya belum ada, paling tidak ia ingin tahu bagaimana respon ibu nya, dan Alhamdulillah, kembali bg Regar mendapatkan respon yang baik,  mama nya menjawab " ia nak, kalau sudah ada yang cocok tidak masalah itu, InshaAllah cita-cita baik mu pun akan tercapai, meskipun bila kamu sudah menikah, atau mungkin impian mu itu akan lebih mudah terkabul ketika kau sudah punya istri nak," mendengar jawaban mamaknya, bang Regar rasanya seperti kejatuhan emas satu ember.. MashaAllah. Terakhir nasehat mama bang Regar, " carilah nak yang cocok menurut mu, dan cocok
 menurut yang maha kuasa Artinya terlebih dahulu Sholat Istikharah kan dahulu", mengapa mama bg Regar mengingatkan harus dari hasil Istikharah, karena ia mengetahui bahwa anaknya tidak sedikit anak gadis yang mendekati dan Pdkt padanya.
Dari diskusi bg Regar dengan mamak nya, hingga terbuka lebar bagi nya pintu untuk akan segera menyempurnakan separuh Agama nya, Sebab bg Regar tahu, bilamana mamanya sudah Ridho, meskipun modal Nikah bg Regar belum ada,  InshaAllah dengan kata-kata dan ilmu Negosiasi ibu nya semua urusan akan lancar. 

Semua ketakutan dan kekhawatiran bang Regar tentang Dana dan biaya kehidupan setelah Nikah nanti bisa 

diatasi. Apalagi setelah berkali-kali mendengar kan ceramah UAH / Ustadz Adi Hidayat semoga Allah merahmatinya, dalam ceramahnya lewat YouTube,. Diantara Nasehat dan pesan beliau kurang lebih seperti " Jangan pernah pakai Logika anak muda dengan logika ketika sudah berkeluarga, sebab perhitungan saat masih lajang tidak sama dengan perhitungan ketika berkeluarga (perhitungan masalah rezeki) yang penting Yakin dengan Hadist nabi bahwa dengan Menikah akan memperluas Rezeki, setelah Yakin baru berusaha dan berdoa," seperti itulah kurang lebih makna ceramah dari UAH, dan begitu juga dengan calon istri yang sudah didapatkan bang Regar lewat Sholat Istikharah dan Tahajjud nya, yang selalu memotivasi, menyemangati, dan meyakinkannya, "InshaAllah pasti bisa Akhy, apa yang antum impikan dan cita-cita kan tidak akan terhalangi oleh pernikahan, asal usaha dan doa yang dilakukan sungguh-sungguh, serta selalu minta doa dan Ridho orang tua." Begitulah kurang lebih masukan dari calon ibu bagi anak-anak bang Regar kala itu. 

Dengan begitu bg Regar pun sampaikan Niatan nya kepada orang tuanya, bahwa setelah Hari Raya Idul Fitri 1440 H/ atau bulan Juni 2018, bila Allah berkehendak dan direstui oleh ibu dan ayah mereka akan melanjutkan pernikahan nya. 

Namun mendengar semangat anak nya yang untuk beribadah ini, maka mama bang Regar pun menawarkan untuk apa diperlambat hal baik, sesuatu yang baik itu tidak baik diperlambat begitulah kira-kira pernyataan mama bg Regar,  bagaimana kalau sebelum Puasa aja dilangsungkan akad pernikahan nya dan resepsi nya ujar mamak Bg Regar, Alhamdulillah usulan itupun disetujui oleh dua belah pihak, tepat pada tanggal 6 April 2018 bertepatan dengan hari Jumat, Akad pernikahan kami pun diberlangsungkan di kediaman mempelai wanita tepat nya di Desa Parbeokan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun Siantar. 

Dengan Motivasi Hadits nabi yang Bang Regar pelajari ketika di Pesantren dahulu, dan Meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Rezeki orang yang sudah menikah tidak akan sama dengan yang belum menikah ternyata hal ini sangat benar adanya, Maha Benar Allah dengan segala janji-janjiNya dan dengan Kebenaran Muhammad Rasulullah dengan seluruh perkataan dan perbuatannya.
Inilah Hadist yang Menjadi Motivasi bagi bang Regar pada khususnya dan bagi kaum muslimin pada umumnya :

Dari 'Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya     mereka     akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu" (HR. Hakim dan Abu Dawud). 

Dan Alhamdulillah dengan Izin ALLAH SWT. Setelah kami menikah, beberapa cita-cita dan impian bang Regar dapat jadi kenyataan.:
○Adek kami terus melanjutkan Hafalan Qur'annya, 3 Tahun di Pesantren Darul Qur'an, setamat dari DaQu, ia melanjutkan ke Rumah Tahfidz Zamzami dan formal nya di MTs.Al-Washliyah Qismul Ali Jl.Ismailiyah Medan.
○Saat adik perempuan Tamat Aliyah dan berkeinginan masuk TAHFIDZ AL-QUR'AN, Alhamdulillah bisa.
○Bisa melakukan Cicilan sepeda motor dan Alhamdulillah sudah selesai.
○Setelah Menikah bisa Melanjutkan dan Menyelesaikan Pendidikan S-2
○Bisa Umrah bersama Ibu tercinta (belum genap 2 Tahun Pernikahan kami)
○Bisa Membeli Pertapakan Rumah di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Tepatnya Kota Medan.

Dan masih banyak lagi perolehan Rezeki dari Allah SWT yang kami dapatkan setelah pernikahan kami. Hingga pada akhirnya bila ada teman yang bertanya, "Bagaimana Rasanya  setelah MENIKAH"?..

Maka saya pun menjawab " Saya Menyesal Menikah Lama, kenapa harus di Usia 24 Tahun lebih MENIKAH nya, kenapa tidak saat usia 20 Tahunan dahulu" karena begitu Banyak yang didapat kan saat sudah MENIKAH, Diantara nya Tersempurnakan separuh Agama, Terjaga nya hati dan anggota tubuh dari maksiat, Mendapatkan banyak Rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.

*Logika Rezeki saat Menikah*
1+1+1= 111
1 Sumber Rezeki dari Suami
1 Sumber Rezeki dari Istri
1 Sumber Rezeki dari Anak
Sama dengan hasilnya banyak Allah kasih.

*Logika Rezeki Bujangan/Jomblo*
Sumber Rezeki hanya diri sendiri, jadi hasil nya pas-pasan untuk diri sendiri.



Penulis: Andi Suhendra SIREGAR



Ayat dan Hadits tentang Pernikahan


1.Nikahilah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan     orang-orang     yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu     yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN     KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”     (QS. An     Nuur (24) : 32).


 2.  Segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat     kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).


3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,     baik     dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang     tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) :     36).


4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari     jenis     kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian     anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik     (Qs. An Nahl (16) : 72).


5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu     isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram     kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya     pada     yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.     (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).


6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka     (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh     (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,     menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan     diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana     (Qs. At Taubah (9) : 71).


7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah     menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian     Dia     kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.     (Qs. An     Nisaa (4) : 1).


8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk     wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski     yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).


9. Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,     atau     empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah)     seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).


10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi     perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu     ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan     barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat     kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).


11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:     “Nikah     itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR.     Ibnu Majah,     dari Aisyah r.a.).


12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,     memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).


13.  Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya     mereka     akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). 


14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya     akan     timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang     menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi     Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.     Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR.     Baihaqi).


15. Dari Amr Ibnu Ash, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya     ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).


16. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu     Hibban     dan Hakim) :     a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.     b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.     c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”

“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah     ia     nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.”     (HR.     Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).


17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.     Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak    

 (HR. Abu     Dawud).

18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah     (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat     yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).


19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik,     daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)     (HR. Ibnu Ady     dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).


20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak     menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”     (HR.     Bukhari).


21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,     dan     kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup     membujang (HR. Abu Ya'la dan Thabrani).


22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu     dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan    terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).


23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian     diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,     dan     menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

Begitu Mulia nya KALAMULLAH dan Hadist RASULULLAH dalam Memotivasi Pemuda dan Pemudi untuk Mengerjakan Pekerjaan yang HALAL dan disenangi. 

AYOKK SAUDARAKU,..

Yang belum Menikah Segera DIHALALKAN.

By. Andi Suhendra SIREGAR


Secuil HADIST tentang PERNIKAHAN


Sasaran utama dari disyari’atkannya pernikahan dalam Islam di antaranya adalah untuk membentengi martabat manusia. Pernikahan melindungi manusia dari perbuatan keji serta pikiran-pikiran kotor yang dapat merendahkan dan merusak martabat manusia yang luhur.


Islam memandang pernikahan dan pem-bentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara muslim dan muslimah dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan.


RasulullahShallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya).

Intinya, pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan ‘aqad nikah (melalui jenjang pernikahan), bukan dengan cara yang amat kotor dan menjijikkan, seperti cara-cara orang sekarang ini; dengan berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam. 

Berikut beberapa hadis Rasulullahtentang pernikahan yang perlu diketahui :

Hadis ke-1:

Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.

َعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


Hadis ke-2

Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya bersabda: "Tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk ummatku." Muttafaq Alaihi.


َوَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم حَمِدَ اَللَّهَ , وَأَثْنَى عَلَيْهِ , وَقَالَ : لَكِنِّي أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ , وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ , وَأَتَزَوَّجُ اَلنِّسَاءَ , فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


Hadis ke-3 :

Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda: "Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat." Riwayat Ahmad. Hadis shahih menurut Ibnu Hibban.

َوَعَنْهُ قَالَ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ بِالْبَاءَةِ , وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيدًا , وَيَقُولُ : تَزَوَّجُوا اَلْوَدُودَ اَلْوَلُودَ إِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اَلْأَنْبِيَاءَ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ

Hadis ke-4 :

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." Muttafaq Alaihi dan Imam Lima.

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( تُنْكَحُ اَلْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا , وَلِحَسَبِهَا , وَلِجَمَالِهَا , وَلِدِينِهَا , فَاظْفَرْ بِذَاتِ اَلدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ مَعَ بَقِيَّةِ اَلسَّبْعَةِ

Hadis ke-5 :

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bila mendoakan seseorang yang nikah, beliau bersabda: "Semoga Allah memberkahimu dan menetapkan berkah atasmu, serta mengumpulkan engkau berdua dalam kebaikan." Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.


َوَعَنْهُ ; أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَفَّأَ إِنْسَانًا إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ : ( بَارَكَ اَللَّهُ لَكَ , وَبَارَكَ عَلَيْكَ , وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ , وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ , وَابْنُ خُزَيْمَةَ , وَابْنُ حِبَّانَ


Hadis ke-6 :

Dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu melamar perempuan, jika ia bisa memandang bagian tubuhnya yang menarik untuk dinikahi, hendaknya ia lakukan." Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan perawi-perawiyang dapat dipercaya. Hadis shahih menurut Hakim.


َوَعَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ , فَإِنْ اِسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا مَا يَدْعُوهُ إِلَى نِكَاحِهَا , فَلْيَفْعَلْ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَأَبُو دَاوُدَ , وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ , وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ


Hadis ke-7 :


Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang wanita: "Apakah engkau telah melihatnya?" Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: "Pergi dan lihatlah dia."

َوَلِمُسْلِمٍ : عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لِرَجُلٍ تَزَوَّجَ اِمْرَأَةً : أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا ? قَالَ : لَا . قَالَ : اِذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا )


Hadis ke-8 :


Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.

َوَعَنِ ابْنِ عُمَرَ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَخْطُبْ بَعْضُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ , حَتَّى يَتْرُكَ اَلْخَاطِبُ قَبْلَهُ , أَوْ يَأْذَنَ لَهُ اَلْخَاطِبُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ , وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ

Hadis ke-9 :

Dari Amir Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebarkanlah berita pernikahan." Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Hakim.

َوَعَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ اَلزُّبَيْرِ , عَنْ أَبِيهِ ; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( أَعْلِنُوا اَلنِّكَاحَ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ

Dan yang perlu diketahui juga bahwa tujuan pernikahan di antaranya adalah untuk memperoleh keturunan yang saleh, untuk melestarikan, dan mengembangkan bani Adam.

Firman Allah ‘Azza wa Jalla:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ

أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” (An-Nahl : 72)

Selain itu, pernikahan bukan hanya sekadar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu mencari anak yang saleh dan bertaqwa kepada Allah.

Tentunya keturunan yang saleh tidak akan diperoleh melainkan dengan pendidikan Islam yang benar. Oleh karena itu, suami maupun isteri bertanggung jawab untuk mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar, sesuai dengan agama Islam.

Intinya, tentang tujuan pernikahan, Islam juga memandang bahwa pembentukan keluarga itu sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek  kemasyarakatan yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.

Wallahu A'lam.

Editor.    : Andi Suhendra SIREGAR



Selasa, 01 Desember 2020

KEADAAN IMANLAH PENENTU NYA.

 


Seandainya kita hidup DIZAMAN NABI MUHAMMAD SAW.

- *LALU MEREKA MELIHAT NABI MUHAMMAD SAW HIJRAH*

( mereka akan berkata:"nabi kok pengecut, seharusnya dihadapi dong, bukannya lari! ) 

- *BEGITU MEREKA MELIHAT NABI MENGHADAPI & MEMIMPIN PERANG BADAR, UHUD, KHANDAQ,DLL*

(Mereka akan berkata: "nabi kok hobi nya perang, Mestinya nabi itu mengajarkan kedamaian, Toleransi, persatuan, & kesatuan seperti aku ini") 

- *MENDENGARKAN NABI BERDOA SEMOGA ALLAH SWT MEROBEK-ROBEK KERAJAAN (KERAJAAN PERSIA)*

(Maka mereka akan berkata: " Nabi kok mendoakan yang jelek, mestinya nabi mendoakan yang baik2, seperti aku ini") 

- *MENGETAHUI NABI MENGHUKUM POTONG  TANGAN BAGI SEORANG PENCURI WANITA DARI KALANGAN BANGSAWAN, KEMUDIAN NABI MARAH KARNA ADA YANG MENCOBA MENAWAR HUKUMAN TERSEBUT,*

( Niscaya mereka akan berkata: " Nabi kok keras dan pemarah kayak gitu, mestinya nabi mengayomi dan mudah memaafkan seperti aku ini") 

- *MELIHAT NABI MEMERINTAH KAN PARA SAHABAT UNTUK MEROBOHKAN MESJID (DHIRAR) YG DIBUAT OLEH KAUM MUNAFIK*

( Mereka akan berkata:" Nabi kok Radikal begitu, mestinya nabi lemah lembut tidak radikal seperti itu ") 

Mungkin kalau Allah menciptakan kita untuk hidup dizaman NABI MUSA & NABI MUHAMMAD SAW, kita tidak akan mengikuti ajaran zaman nabi kita, mungkin kita akan mengikuti & mempercayai Fir'aun, abu Lahab, abu jahal, yang selalu memfitnah perbuatan nabi yang benar yang bertujuan untuk membela agama Allah SWT. 

"Kasus yang di alami baginda rasul udah benar-benar nyata adanya dizaman kita"

*"Maka ikutilah ulama yang dibenci orang2 kafir & munafiq, jangan ikuti lalat diatas kotoran"*

صلواعلي النبي...... 

اللهم صل وسلم علي سيدنا محمد وعلي آله وصحبه اجمعين.

Cinta Rasul sampai Mati