Saat masih berada di bangku kuliah, kita sering mendengar istilah keluarga kecil, saat itu mungkin kita masih belum memahami secara mendalam makna dari kalimat singkat itu, Sebab menurut penulis pada saat itu dengan membuat kalimat Keluarga kecil seolah-olah memperkecil cakupan hubungan dalam kekeluargaan. Namun setelah penulis tamat dari bangku kuliah strata 1 dan Alhamdulillah ketika sudah menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga, baru penulis pahami dengan jelas, kalimat singkat itu. Yah, meskipun kedengarannya kalimat itu singkat hanya terdiri dari dua kata *Keluarga dan *kecil, namun dalam kenyataannya untuk menjalankan dan menjadikan keluarga kecil itu bertahan dengan penuh kebahagiaan terasa amat sulit, sangat banyak didapatkan didalamnya dinamika kehidupan berkeluarga, terkadang ada senang dan bahagia, terkadang ada juga sedih, menangis, tertawa, tersenyum, bahkan terkadang ada perdebatan, yang kadang-kadang bisa mengakibatkan keributan. Begitulah nama nya kehidupan suami dan istri, buktinya waktu lajang dahulu mana ada seperti itu, namun tetap harus diingat, bukankah tujuan menikah termasuk Ibadah, yah. harus ingat, setiap Ibadah yang hendak dilakukan ataupun sudah dilakukan sungguh sangat banyak godaan didalamnya, contohnya saja, saat mau sholat sudah digoda, ketika sholat juga sudah digoda, sampai sehabis sholat pun digoda, begitu juga dengan Pernikahan ini, jadi pada Intinya untuk Tercipta Keluarga Kecil yang Sakinah, mawaddah warahmah ini, juga aman damai bahkan tentram dan nyaman antara satu dengan yang lainnya, hendaklah perbanyak rasa saling memahami, pengertian, dan perhatian. Jangan sempat ada salah satu dari pasangan, maunya hanya ingin diperhatikan, dipahami, disayangi, diladeni, namun harus saling berkolaborasi. Sebab kalau ada sempat semacam ini, itulah satu diantara masalah yang membuat keributan didalam keluarga. Selanjutnya, harus diingat, ada nya keluarga kecil, karena keberadaan keluarga besar, jadi meskipun kita sudah memiliki keluarga kecil masing-masing, namun jangan pernah lupakan keluarga besar, sebab keberadaan mereka didalam keluarga kecil sangatlah penting, dan harus diperhatikan betul keberadaan mereka, ayah,ibu maupun mertua didalam keluarga kecil bukanlah sebagai HAKIM yang selalu melihat pada satu sisi dan menjadi sebagai penentu benar atau salah, namun keberadaan mereka didalam keluarga kecil ialah sebagai GURU atau PENASEHAT, yang selalu mengajarkan Nilai dan norma kehidupan berkeluarga, mereka mesti mendengarkan curhatan dari dua belah pihak lalu memberikan masukan ide,saran, atau bahkan nasehat, untuk mencari titik terang dari permasalahan yang dihadapi, Bila semua orang sudah memahami posisi nya didalam sebuah keluarga, maka InshaAllah akan tercipta lah keluarga harmonis, yang penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan. Suami mengetahui posisi nya sebagai suami serta mengetahui tugas dan fungsinya sebagai suami untuk istrinya, dan ayah bagi anak-anak nya, begitu juga dengan istri, ia paham betul dengan posisi nya sebagai istri serta mengetahui tugas-tugasnya sebagai istri, selanjutnya anak pun begitu, dan dari keluarga besar seperti ayah dan ibu beserta mertua, kamu adalah penasehat untuk anak-anak dan menantu mu, Jangan mudah untuk menjudge atau bahkan memvonis mereka, Sebab tugas kalian untuk kami bukan itu, kami butuh akan nasehat-nasehat bijak dari kalian. Sebab kalian telah mengalami kehidupan dalam berkeluarga jauh lebih dahulu dari kami, Ilmu dan pengalaman kalian pasti sudah teruji kematangan nya, dari itu jangan pernah bosan untuk memberikan motivasi dan nasehat bijak kepada kami. Terakhir, pada saatnya semua manusia akan kembali keharibaan Allah SWT. Semoga seluruh keluarga kita termasuk calon penghuni surga, sampai akhirnya kita tidak hanya berkeluarga dan berfamili di dunia, tetapi kita berkeluarga sampai di surga Nya Allah SWT. Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar